Renovasi Sekarang atau Nanti?

Banyak teman menanyakan hal ini pada saya ketika mereka pindahan ke rumah baru. Saya cenderung untuk selalu menjawab “sekarang”, sebelum mereka masuk ke rumah baru dan jadi malas merubah apapun di rumah itu karena semua barang sudah tertata rapi.

Kami merenovasi semua apartemen yang kami beli … kami menyesuaikan desainnya sesuai gaya hidup kami sebelum kami pindah. Karenanya, ketika membeli rumah atau apartemen kami SELALU memasukkan biaya renovasi dalam budget beli rumah dan pindahan kami.

Ada banyak manfaat langsung dan jangka panjang dari merenovasi sebelum anda pindahan:

– Anda pindah ke tempat yang kondisinya BARU dan sesuai dengan gaya hidup dan personal taste anda

– Biaya perawatan dan perbaikan rumah berkurang karena semua yang salah atau sudah usang dari rumah itu sudah dibenarkan sejak awal.

– Anda lebih mudah menemukan kontraktor untuk mengerjakan proyek yang agak besar bila anda sekaligus melakukan perbaikan dan upgrading sebelum pindahan, daripada memperbaiki sesuatu sedikit-sedikit dengan minta bantuan tukang yang bekerja sendiri dan seringkali tidak reliable dan hasilnya kurang memuaskan.

– Dan ngaku aja deh … kalo sudah pindahan dan semua furnitur sudah ditata rapi, kita jadi tidak terlalu peduli terhadap hal-hal yang sebenarnya kita tidak suka di rumah tersebut karena sudah malas pindah2kan furnitur dan bersih2 debu konstruksi. Orang tua saya contoh paling pas untuk kasus ini … kamar mandi di master bedroom mereka ‘tu benar2 di bawah standar – shower-nya terlalu kecil (sangking kecilnya, tiap kali balik badan kepala kita kejeduk tembok atau pintu, atau sikut kita terbentur), lantainya licin (papa saya beberapa kali jatuh, satu kali jatuhnya parah sampai pintu shower yg terbuat dari panel plastik retak dari atas ke bawah dan pintunya ga bisa ditutup lagi), ventilasinya tidak cukup sehingga handuk tidak benar2 kering dan bau tidak hilang sampai berjam-jam kemudian. Tapi bukannya manggil tukang atau kontraktor untuk membenahi safety hazard ini secara permanen, mereka malah pasang selotip di bagian pintu shower yang retak, dan menaruh keset anti licin di seluruh lantai kamar mandi, sehingga kamar mandi ini benar2 nggak karuan bentuknya🙂  Akhirnya saya yang ga tahan … saya panggil desainer interior untuk datang dan menunjukkan gambar ke orang tua saya bagaimana kamar mandi mereka bisa jadi kinclong dan kelihatan lebih besar dengan renovasi yang hanya makan waktu 2 minggu. Untungnya mereka setuju u/ merenovasi total kamar mandi itu. Dan sekarang, setelah lihat hasilnya, mereka sering bilang, “Dulu kok nggak kepikir ya …?”  Tapi ya begitulah kalau kita sudah tinggal dan nyaman di rumah, kita malas merubah apapun di rumah itu, bahkan ketika perubahan itu sebetulnya sangat diperlukan.

 

Tapi tempat saya sudah bagus, nggak perlu direnovasi!

Memang kadang2 anda membeli rumah/apartemen yang tidak perlu direnovasi lagi (mis: apartemennya memang baru jadi, atau baru direnovasi oleh pemilik lama). Well, that’s great! Tapi sebelum pindahan, pikirkan hal ini, “Apakah korden-nya perlu diganti? Apakah lantainya perlu di-varnish ulang? Apakah warna dinding perlu kita rubah? Apakah semua keran air masih berfungsi baik? Apakah kondisi lighting memadai, atau perlu diganti?”  Ketika renovasi tidak diperlukan pun, anda punya kesempatan untuk menaruh “trademark” anda di rumah/apartemen yang anda beli. Pekerjaan2 yang saya sebut ini sederhana, hanya butuh beberapa hari, dan efeknya bisa luar biasa besar terhadap suasana rumah.

Kapan anda harus menahan diri u/ tidak merenovasi

Namun demikian, saya tidak menganjurkan anda merenovasi ketika budget anda sudah dihabiskan untuk membeli rumah/apartemen baru tersebut, dan tidak ada dana tersisa dari budget itu. Kadang2 biaya renovasi membengkak karena harga material tidak menentu, atau ada pekerjaan tambahan yang sebelumnya belum diperhitungkan – kalau anda tidak ada dana lebih, bisa jadi beberapa pekerjaan harus dikorbankan, atau malah dikerjakan tapi tidak tuntas, jadi hasilnya pun tidak bisa anda nikmati.

Saya juga tidak menganjurkan anda mengambil pinjaman / berhutang unutk merenovasi rumah. Renovasi bukanlah investasi yang akan mendongkrak harga properti anda, kecuali kondisinya sudah tidak layak sementara anda ingin menjual rumah ini dalam waktu dekat.

 

Saya harap artikel ini berguna. Kalau anda tidak terinspirasi untuk merenovasi sebelum pindahan, setidaknya saya harap anda mengecek kondisi rumah yang anda beli sebelum pindahan, dan bertanya pada diri anda, “Hal2 kecil apa yang bisa saya lakukan untuk menjadikan tempat ini lebih nyaman dan sesuai dengan gaya hidup saya?”🙂

 

~ by elinski on January 13, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: