Persiapan sebelum ada tamu menginap

Saya, suami dan anak senang mengundang teman makan malam atau menginap di rumah kami, karenanya di rumah kami punya satu kamar tamu. Nah, karakter orang khan berbeda-beda …. ada yang memang seneng nginap di rumah teman karena bisa menghemat biaya hotel, atau karena memang mereka saudara / teman dekat.

Tapi ada juga orang yang sebenarnya bukan tipe yang senang “nebeng” di rumah orang karena merasa merepotkan dan privasinya bisa terganggu, tapi kepepet karena -misalnya- tidak dapat kamar hotel, atau ketinggalan pesawat / flight-nya dibatalkan jadi harus tinggal lebih lama.

Regardless karakter tamu anda, anda bisa membuat rumah anda lebih “welcoming” terhadap tamu supaya tamu nyaman tapi tidak merasa merepotkan, selain itu mereka juga merasa bahwa privasinya tetap dihargai. Berikut hal-hal yang biasa kami lakukan sebelum dan saat tamu datang menginap:

SEBELUM TAMU DATANG

1. Pasang seprei, pastikan seprei dan kamarnya bersih. Kamar tamu yang jarang dipakai biasanya menyimpan debu … jadi jangan hanya memasang seprei, tapi pastikan kamar tersebut tidak berdebu. Kalau anda menyimpan barang-barang anda di kamar tamu, sebaiknya beberapa barang yang anda akan butuhkan dalam beberapa hari ke depan dipindahkan dulu ke tempat lain, sehingga anda tidak perlu ketok2 kamar tamu hanya untuk mengambil tissue atau hair dryer.

2. Siapkan handuk bersih sejumlah tamu dan satu set toiletry kit (sabun, shampoo, conditioner, sikat gigi, shower cap) yang biasanya kami ambil kalau menginap di hotel). Just in case tamu lupa bawa handuk / sabun / sikat gigi dan tidak ada toko di dekat rumah, mereka tidak merasa merepotkan anda🙂

3. Pastikan rumah anda bersih dan rapi. Rumah yang rapi dan bersih akan membuat tamu merasa welcomed. Kalau rumah anda berantakan, bisa2 tamunya jadi jengah, merasa merepotkan, atau malah pindah ke hotel …. (note: kami pernah punya tamu yang pindah ke hotel setelah tiga hari karena merasa merepotkan. Ketika mereka datang, rumah memang lagi berantakan … ).

SETELAH TAMU DATANG:

3a. Tanyakan apa acara mereka. Kalau tamu anda punya acara sendiri (tidak jalan-jalan dengan anda),

  • Ajari mereka cara pergi ke tempat yang mereka inginkan dan bagaimana kembali ke rumah. Kami biasanya menyediakan print out alamat rumah, nomor telpon untuk booking taksi, rute bus dan MRT, serta guideline untuk diberikan ke supir taksi kalau mereka tidak mengerti daerah kami
  • Kalau mungkin, berikan duplikat kunci rumah anda supaya anda tidak harus menunggui mereka pulang tiap malam
  • Siapkan tourist map di kamar tamu, siapa tahu berguna

3b. Kalau tamu anda akan jalan-jalan dengan anda, diskusikan:

  • Kegiatan apa yang ingin mereka lakukan (museum? Lihat pertunjukan? Belanja? nongkrong di taman? Santai-santai di rumah saja?) lalu atur jadwal acaranya supaya sesuai juga dengan jadwal kerja anda dan minat mereka
  • Apakah anda dan tamu selalu akan pergi dari rumah bersama, atau ada kemungkinan anda harus ketemu di dekat tempat kerja anda? Kalau tamu harus pergi ke tempat kerja anda untuk menjemput anda, beritahukan cara mencapai tempat kerja anda

5. Beritahu tamu dimana mereka bisa membuat kopi / teh, mengambil gelas, bikin roti, dsb. Hal ini selalu kami lakukan karena kami jarang bangun pagi, sehingga kami biasanya belum bangun ketika tamu kami kelaparan ingin makan pagi🙂 Sekali lagi, dengan cara ini, tamu tidak merasa merepotkan anda karena mereka bisa bikin breakfast sendiri. Selain itu, karena sering ada tamu, kami memutuskan untuk memasang label di tiap laci dan lemari dapur supaya tamu tahu dimana mengambil piring, sendok, garpu, panci, dsb. tanpa harus mengetok kamar kami.

6. Kalau ada beberapa aturan yang prinsip di rumah anda, sampaikan pada tamu ketika / sebelum mereka datang. Misalnya, di rumah kami sama sekali tidak boleh merokok. No swear words. Dinner mulai jam 7 malam, tapi tidak perlu pakaian rapi. Hal ini penting terutama kalau anda punya anak. Kalau anda menetapkan aturan tertentu untuk anak, tapi tamu boleh sesukanya, mereka akan menganggap orang tuanya tidak adil he he he.

7. Kalau anda tinggal di apartemen yang punya kolam renang, gym, dsb., sampaikan ini kepada tamu dan jelaskan cara penggunaannya (harus booking-kah? Perlu bawa handuk sendiri atau tinggal minta? Apakah harus bawa tanda pengenal? dsb.

Kelihatannya banyak dan repot, tapi sebenarnya banyak hal ini adalah aktifitas rutin yang hanya makan waktu beberapa menit. Begitu terbiasa, tidak akan terasa seperti kerja tambahan, sementara manfaatnya sangat besar agar tuan rumah tidak kerepotan dan yang menginap pun tidak merasa merepotkan. Selamat mencoba!



~ by elinski on February 24, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: