Supaya Rumah Nggak Seperti Gudang

Ukuran rumah dan apartemen semakin menciut, sementara barang-barang kita biasanya makin bertambah sesuai berjalannya waktu. Lama kelamaan, rumah kita bakal kelihatan seperti gudang kalau barang-barang tidak disusun rapi.

Jadi bagaimana supaya rumah tidak kelihatan seperti gudang? Berikut hal-hal yang kami terapkan di rumah:

  1. Before

    Sebelum

    After

    Sesudah

    Gunakan lemari panel listrik untuk menyimpan sepatu dan payung. Di apartemen kami ada 1 lemari kecil untuk menyembunyikan panel listrik, dan setelah diukur ternyata ukurannya pas u/ menyimpan sepatu. Lalu kami beli 2 rak sepatu yang pas masuk ke lemari itu. Satunya cuma Rp45,000, beli di Depo Bangunan. Rak ini muat 20 pasang sepatu plus 4 payung, dan lihat bedanya sebelum dan sesudah sepatu kami disusun di rak!

  2. Our store room, after the shelves are in place

    Gudang, setelah dipasangi rak

    Selalu pasang rak yang lebar di gudang. Karena kami tidak punya pembantu, kami bisa menggunakan kamar pembantu u/ gudang. Waktu pertama kali pindahan, semua barang kami tumpuk begitu saja di lantai gudang. Akhirnya u/ mencari 1 barang, kita bisa habis 1 jam untuk mencari barangnya dimana, plus memindah2kan kardus2 lain supaya kita bisa mengeluarkan barang yang kita cari. Akhirnya kami putuskan untuk pasang rak heavy duty, lebarnya 60cm (cukup dalam u/ simpan koper). Kapasitas gudang kami meningkat setidaknya 4x lipat, dan barang apapun bisa ditemukan dalam hitungan detik karena semua barang tertata rapi.

  3. Sink cabinet, after the help of takeaway containers

    Rak kamar mandi, setelah ditata menggunakan takeaway container

    Simpan box plastik dari restoran! Saya nggak pernah buang tempat makan plastik hasil takeaway karena mereka bisa digunakan lagi, terutama u/ memisahkan barang2 kecil yang ditaruh di laci atau lemari. Misalnya: 1 box untuk taro lipstick, satu u/ eye shadows segala warna, satu u/ karet rambut, dst. Lemari di kamar mandi saya jadi jauh lebih rapi, cari barang lebih gampang, setelah saya memisahkan barang-barangnya dengan kotak takeaway.

  4. Potong kardus u/ dijadikan divider laci. Tiap laci saya bagi jadi beberapa bagian sehingga, misalnya, underwear warna hitam dijadikan satu, warna krem jadi satu, baju renang jadi satu, dsb. Supaya masing2 kelompok ini tidak campur aduk, saya gunting kardus sesuai panjang dan lebar laci, lalu saya pasang2 di dalam laci u/ memisahkan 1 bagian dengan yang lain.
  5. Before

    Sebelum

    Sesudah

    Sesudah

    Taruh perlengkapan cucian anda di kotak atau rak kecil. Waktu baru pindahan, semua deterjen, pemutih dsb saya taruh begitu saja di sebelah mesin cuci (lihat gambar), tapi jadinya berantakan dan selang air mesin cuci juga terlihat jelas. Karena itu saya pergi ke IKEA, beli rak harga Rp65,000, dan ukurannya pas u/ 1 botol pemutih, 1 botol softener, 1 box deterjen, 1 botol penghilang noda, dan ada 1 rak khusus untuk semua laundry bag saya (kantong transparan untuk menyimpan pakaian berbahan halus atau kaos kaki supaya tidak bercampur dengan pakaian lain).

  6. Cek setiap sudut rumah tiap tiga bulan, lihat barang2 apa yang sudah tidak anda perlukan, rusak  dan kedaluarsa. Tanpa membuang, mendaur ulang atau melungsurkan barang yang sudah tidak kita pakai ke orang lain, rumah anda tetap akan kelihatan seperti gudang, ga peduli seberapa besar ukurannya🙂
  7. Kalau anda ingin mencoba tips nomor 6 dengan lebih serius, biasakan diri anda untuk “beli satu keluarkan satu”. Misalnya, untuk tiap baju baru yang saya gantung di lemari, 1 baju harus saya berikan ke orang lain supaya lemari saya tidak kepenuhan melebihi kapasitasnya. Cara ini tidak hanya menolong anda supaya rumah tidak kepenuhan, tapi juga melatih anda untuk belanja dengan disiplin. Saya sekarang tidak pernah beli atau DVD baru tanpa melihat dulu, mana yang bisa saya lungsurkan. Dan kadang-kadang dengan melihat kembali lemari pakaian atau rak CD, kita melihat kembali barang-barang yang sudah kita “lupakan”. Pikirnya mau beli baju kuning, eeehhh ternyata di lemari sudah ada 3 baju kuning. Ga jadi belanja deh🙂

~ by elinski on July 23, 2008.

4 Responses to “Supaya Rumah Nggak Seperti Gudang”

  1. Hi… salam kenal Ini Boni, boleh numpang nanya gak… kalo mau beli rak untuk gudang kaya yg di gambar, cari nya dimana ya? pasang sendiri atau bisa dipasangin biasanya? Thanks ya sblmmya

  2. Boni rumahnya di mana, di Singapur apa di Indonesia? Saya tinggal di Singapur, and di Singapur ada supplier yang khusus jualan rak2 u/ gudang and mau masangin juga.

    Kalo di Indo, setau saya toko2 seperti Depo Bangunan (di BSD kayaknya ya?) punya rak yang bisa kita pasang sendiri. Atau bisa cari di Yellow Pages, and cari di index-nya yang bahasa inggris “Storage & Shelving” atau “Storage Systems”. Setau saya, rak yang dipasangin ama supplier biasanya lebih kuat dari yang dijual di Depo Bangunan / IKEA.

  3. aku tinggal di jakarta. oke d. nanti aku coba cari disana. Thank u ya.

  4. Update aja … saya baru bersih2 rumah setelah tiga bulan, dan “berhasil” melego barang2 berikut: 1 kursi baca, 2 set seprei, 20 CD/DVD/CD, 14 buku novel, 2 dos besar pakaian bekas pantas pakai, 6 pasang sepatu / sandal yang pantas pakai, 1 keranjang piknik, 1 vacuum cleaner, 1 kasur super single, 1 wine rack, 5 kalender / buku agenda 2009 yang ga akan kami pakai.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: