Deteksi Cacat di Apartemen / Rumah Baru

Ketika saya dan suami terima kunci apartemen pertama kami, kami girang berat ketika diberi formulir “defect list” untuk diisi. Kami cek seisi rumah dan “berhasil” menuliskan 1 halaman penuh kerusakan / cacat fisik di apartemen itu … padahal apartemennya baru dan belum pernah ditinggali.

Kontraktor datang dan memperbaiki semua hal yang kami tulis di formulir itu tanpa biaya. Kami pikir kami sudah mencek segalanya, besar dan kecil, di tiap ruangan di rumah. Ternyata, 1-2 bulan kemudian, kami menyadari kami tidak mencek beberapa hal yang “tidak kelihatan” yang ternyata tidak berfungsi dengan baik dan justru membuat kami keluar biaya cukup besar untuk reparasi.

Belajar dari pengalaman ini, berikut 11 hal yang kebanyakan orang tidak cek ketika inspeksi apartemen / rumah baru:

KAMAR MANDI DAN PIPA

1. Coba setiap kran air dan pancuran di rumah. Cek apakah tekanan air yang keluar kuat, dan aliran air benar-benar berhenti setelah kran anda tutup.

2. Setelah membuka kran di wastafel / bak cuci piring, cek apakah airnya mengalir dengan lancar ke lubang drainase. Kalau anda punya balkon atau lantai di kamar mandi yang memiliki lubang drainase juga, guyurkan air di sekitar tiap lubang dan perhatikan apakah airnya mengalir ke drainase. Kami punya pengalaman dimana air di 1 wastafel tidak mau mengalir ke drainase, jadi kami harus “dorong” airnya tiap kali habis buka kran. Di Jakarta, saya malah pernah beli apartemen yang air di shower sama sekali nggak mau mengalir ke lubang, karena lantai di lubang drainase-nya lebih tinggi dari lantai di sekitar lubang. Kontraktornya bego berat …

3. Flush tiap toilet untuk memastikan bahwa flush-nya cukup kuat tapi tidak berlebihan, dan tidak ada kebocoran.

4. Masih soal toilet. Satu hal lagi yang anda bisa lakukan adalah meneteskan sedikit pewarna ke tangki air kloset WC. Biarkan 1-2 jam. Kalau warna air di lubang kloset berubah dari transparan ke warna pewarna yang anda teteskan di tangki airnya, berarti pembatas antara tangki dan lubang air tidak sepenuhnya tertutup ketika tidak dioperasikan, dan anda bisa membuang banyak air kalau ini tidak diperbaik

5. Kalau apartemen / rumah yang anda beli sudah dilengkapi dengan rak handuk, rak sabun dan shampoo, rak tisu toilet, cek masing-masing … apakah sekrupnya kencang, apakah masangnya lurus (masang rak handuk kadang miring2), apakah bahan stainless steel-nya masih mulus atau sudah penuh bercak-bercak karat?

PINTU DAN JENDELA

6. Buka dan tutup tiap jendela dan pintu, cek apakah mereka bisa menutup sempurna dengan mudah. Kalau ada pintu geser (sliding door), cek apakah pintu ini bisa diam dalam keadaan setengah tertutup. Kami punya 1 pintu geser yang kalau tidak bisa diam 1/2 terbuka – selalu “nggelosor” dan menutup sendiri dengan kencang, padahal di belakang pintu itu ada kaca!

DINDING

7. Perhatikan tiap sudut tembok, apakah ada “hairline crack” (retakan kecil di sepanjang sudut tersebut). Kalau ada, minta pihak yang menjual apartemen/rumah itu untuk plester dan cat ulang di bagian-bagian sudut. Kalau apartemen /rumah yang anda beli sudah termasuk lemari pakaian / dapur yang built-in dan tersambung dengan tembok (lihat gambar), cek sambungan antara tembok dengan lemari, apakah ada retakan atau lubang. Kalau ada, minta mereka plester dan cat ulang … karena retakan ini bisa jadi sarang nyamuk, semut atau rayap.

8. Cek kualitas pengecatan di tiap kamar SETELAH matahari terbenam, dengan menyalakan hanya sedikit lampu. Biasanya, kalau siang hari atau malam hari dengan semua lampu dinyalakan, cat yang tidak rata atau plester yang tidak rapi kurang kelihatan. Tapi kalau kondisi remang-remang, semua hal yang tidak rata ini akan sangat kelihatan dan mengganggu

9. Bila apartemen / rumah yang anda beli dihias dengan wall paper, cek sambungannya, apakah ada yang sudah ngelotok atau mirin

ELEKTRONIK DAN PERALATAN DAPUR

10. Bila rumah / apartemen yang anda beli dilengkapi peralatan dapur (kompor, oven), pastikan mereka berfungsi. Tes apakah api di kompornya bisa nyala dengan mudah, dan apakah fan dan lampu di atas kompor berfungsi. Sama dengan oven – coba nyalakan dan lihat apakah cepat panas dan lampunya nyala.

11. Kalau unit yang anda beli sudah termasuk AC, coba setiap unit dengan remote control, perhatikan apakah dinginnya langsun berasa dan ga ada bunyi aneh

Kami sekarang tahu pentingnya mencek hal-hal yang kelihatannya sepele ini, karena kami pernah kelupaan dan akhirnya harus membayar reparasi untuk hal-hal diatas dari kantong kami sendiri, padahal kerusakan ini tidak disebabkan oleh tindakan kami sendiri (wear and tear). Semoga teman-teman bisa mengambil manfaat dari pengalaman kami kecolongan🙂

~ by elinski on July 1, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: