Pilih-Pilih Hiasan Jendela

Di Indonesia, saya lihat kebanyakan jendela rumah dipasangi korden (gordyn, curtain). Padahal ada banyak pilihan lain untuk menghias jendela selain korden, yang ga cuma lebih murah dan mudah dibersihkan, tapi juga lebih cocok dengan jenis ruangannya. Karena itu, sebelum pasang korden di rumah, lihat beberapa tips ini:

Simple roller blinds

Simple roller blinds

roller blind 1 engsel untuk jendela lebar

roller blind 1 engsel untuk jendela lebar

1. Roller blinds. Di kamus.net, blinds diterjemahkan sebagai kerai. Roller blinds adalah kerai gulungan yang dipasang di atas bingkai jendela, kemudian bisa ditarik ulur untuk mengatur tingginya. Tidak seperti korden yang bahannya melulu kain, roller blinds terbuat dari bermacam-macam bahan, mulai dari plastik yang sintetik sampai bahan alami seperti rotan dan bambu, bahkan daun pisang. Roller blinds, terutama yang terbuat dari bahan plastik sintetik, sangat mudah dibersihkan karena tidak perlu dicuci – cukup dilap dengan lap yang sedikit basah lalu dianginkan sampai kering. Warnanya tidak akan berubah kalau terus-menerus terkena sinar matahari, tidak seperti korden yang terkadang berubah warna kalau dicuci atau terkena matahari untuk waktu yang lama.

Roller blinds tipe yang paling murah dari semua jenis kerai.

roller blinds dua lapis

roller blinds dua lapis

Selain itu, roller blinds juga bisa dipasang 2 lapis … 1 lapis u/ diturunkan di siang hari (fungsinya menghadang sebagian sinar matahari tapi ruangan tidak jadi gelap), 1 lapis bisa diturunkan kalau malam (fungsinya supaya menghadang sinar lampu keluar / masuk, supaya mudah tidur). Roller blinds adalah satu-satunya kerai yang bisa pakai sistem 2 lapis ini (lihat gambar)

venetian blinds dari dekat

venetian blinds dari dekat

contoh venetian blinds kayu

contoh venetian blinds kayu

2. Venetian blinds. Ini adalah kerai yang banyak dipakai di Indonesia zaman dulu … ada tali yang bisa ditarik ulur untuk mengatur tinggi, tapi juga ada satu tongkat yang bisa digeser kiri-kanan untuk mengatur sudut kerai tersebut terhadap matahari (lihat gambar untuk jelasnya). Bahannya biasanya plastik yang agak2 dicampur metal, atau bahan alami seperti kayu / bambu. Venetian blinds adalah kerai termahal dari ketiga jenis kerai yang saya tulis disini karena mereka menghabiskan banyak material. Saya pribadi kurang suka venetian blinds karena selain harganya mahal, bentuknya yang berlapis-lapis membuat dia mudah jadi sarang debu, membersihkannya susah (harus rela ngelap tiap lapis). Selain itu, beberapa ujung venetian blinds terbuat dari metal yang bisa karatan kalau ditaruh di kamar mandi. Bottom line is … venetian blinds terlihat mewah, tapi memang karena harganya mahal dan maintenance-nya rumit.

roman blinds bahan kain + kayu

roman blinds bahan kain + kayu

roman blinds dari dekat

roman blinds dari dekat

3. Roman blinds. Agak mirip dengan roller blinds, tetapi lebih dekoratif karena dia kalau dia ditarik sampai pol paling atas, kain / materialnya masih akan membentuk beberapa lapis yang dekoratif di bagian atas jendela (lihat gambar). Harga sedikit lebih mahal dari roller blinds karena jahitnya sedikit lebih rumit, tapi kalau supplier-nya membuatnya rapi, jadinya akan sangat bagus. Di Jakarta, contoh roman blinds yang rapi yang sudah saya lihat, so far, baru di Hotel Alila Pecenongan. Roman blinds bisa terbuat dari macam-macam material, tapi biasanya masih berbentuk kain atau bahan sintetis yang bisa dijahit.

Untuk menentukan blinds mana yang paling cocok untuk ruangan anda, tentukan:

- Warna dan gaya / style yang anda gunakan di ruangan itu. Kalau, misalnya, ruang tamu anda bergaya resor Bali, venetian blinds atau roller blinds berbahan natural seperti bambu, rotan, atau bahan sintetik yang menyerupai bahan-bahan natural akan sangat cocok

- Seberapa banyak sinar matahari yang masuk yang ingin anda hindari. Kerai bisa menghadang 30-100% sinar matahari yang masuk. Biasanya anda bisa melihat informasi ini di katalognya. Misalnya: jendela kamar tamu kami menghadap ke barat dan kolam renang, kalau sore (di penghujung tidur siang) biasanya panas sekali. Kalau malam hari mau tidur / ganti baju, bisa dilihat orang kalau blinds tidak ditutup. Jadi kami pasang blinds yang bisa menghadang 90% sinar matahari dan lampu ketika ditutup, sehingga dalam kamar bisa tetap gelap di siang hari selama blinds ditutup, dan kalau malam lampu kamar dipasang dan kita ganti baju di dalam, orang2 di kolam renang nggak bisa nonton pemandangan gratis :-) Tapi kalau tidak ada yang tidur siang disitu, biasanya sepanjang hari blinds tidak kita tutup karena view sunset dan kolam renang itu justru nilai plus :-)

- Berapa lebar dan tinggi jendela anda. Kalau, misalnya, jendela ruang tamu anda double-height karena aparteman anda tipe duplex, jangan beli blinds yang bahannya berat seperti kayu atau bambu. Nanti engsel-nya bisa cepat jebol karena menahan berat. Cari bahan plastik / sintetis yang paling ringan. Kalau jendela anda sangat lebar, prinsipnya sama – jangan pilih bahan yang berat, karena satu engsel harus menahan beban yang berat.

korden, vitrage dan segala lengkungan anehnya ...

korden, vitrage dan segala lengkungan anehnya ...

4. Korden. Saya pribadi kurang suka korden karena nyucinya ribet, dia jadi sarang debu, harganya mahal, dan makan tempat. Untuk rumah / apartemen kecil yang setiap sentimeternya berharga, korden tidak praktis karena lipatannya akan menghabiskan setidaknya 20cm. Dan banyaknya lipatan / gulungan yang anda pasang di bagian atas / samping korden akan membuat ruangan anda terlihat lebih kecil karena “keberatan di korden”.

Saya hanya merekomendasikan pasang korden di tempat dimana anda membutuhkan total privacy. Saya hanya pasang korden di master bedroom, karena kami butuh total privacy di situ …. kami tidur, dandan, ganti baju di ruangan itu sepanjang hari, jadi orang luar jangan sampe bisa liat ke dalam laaah :-) Jadi kami selalu menutup vitrage (day curtain) di master bedroom. Dengan memasang vitrage yang memblok 60-70% sinar matahari, orang tidak bisa lihat ke dalam, tapi kami masih tetap bisa lihat pepohonan di sekitar kolam renang :-)

Ada beberapa cara memilih korden:

- Hanya pasang day curtain atawa beli korden 1 lapis yang agak tipis. Ini tips kalau budget anda terbatas dan anda tidak ingin menghabiskan banyak tempat untuk lipatan-lipatan korden – yang penting anda dapat privacy.

- Pasang korden + vitrage, tapi korden tidak pernah ditutup. Ini cara yang belakangan ini cukup populer. Kordennya sendiri nggak pernah ditutup … cuma buat hiasan doang. Seperti di rumah saya. Kalau anda tidak pernah menutup korden di malam hari (hanya butuh korden-nya untuk dekorasi), saya anjurkan anda membeli kain korden tidak sepanjang jendela. Misalnya: kalau jendela anda panjangnya 2 meter, cukup beli korden untuk 1/2 meter di kiri dan 1/2 meter di kanan. Korden ini tidak akan bisa menutup seluruh jendela anda, tapi so what … toh anda nggak akan pernah nutup korden-nya. Anda menghemat hampir 50% harga korden dengan cara ini, dan korden nggak akan menggembung di sisi kiri-kanan jendela, menghabiskan ruang-ruang sudut anda yang bisa digunakan untuk hal-hal lain.

- Pasang korden + vitrage, vitrage ditutup di siang hari, korden ditutup di malam hari. Ini cara yang saya rasa paling populer di Indo. Kalau anda sering membuka tutup korden dan vitrage, pilihlah korden dan vitrage yang berbahan ringan dan ring-nya kuat supaya engsel-nya nggak keberatan dan kainnya tidak cepat robek karena ditarik-tarik.

5. Pasangi stiker pemantul sinar matahari. Mungkin ada tempat-tempat tertentu yang sinar matahari-nya menyengat, atau orang gampang ngintip (mis: jendela kamar mandi), tapi kita tidak mau menutupi view dengan memasang korden atau blinds. Hal ini bisa diakali dengan memasang stiker pemantul sinar matahari (sejenis ray ban) di jendela tersebut. Agak-agak nggak indah dari sisi estetis, tapi ada kalanya stiker ini sangat membantu supaya ruangan tidak panas dan kita tidak perlu terus-terusan pasang aircon 16 derajat, plus kita nggak perlu repot2 buka tutup korden / kerai tiap kali mau mandi :-)

6. Biarkan jendela tanpa hiasan. Ada beberapa jendela, yang kalau anda mau ngirit, tidak perlu dipasangi apa-apa. Tahunya bagaimana? Pertama, lihat apakah tetangga bisa melihat masuk dari jendela itu. Kedua, perhatikan apakah sinar matahari bisa menyengat dari jendela itu. Terakhir, pikirkan apakah anda butuh privasi dari jendela itu. Di rumah kami, ada 1 jendela besar yang tidak kami pasangi apa-apa karena tiga kriteria ini TIDAK terpenuhi. Lumayan, kami hemat sekitar $60 dengan tidak memasang apa-apa disitu :-)

~ by elinski on December 6, 2008.

5 Responses to “Pilih-Pilih Hiasan Jendela”

  1. bagus2 hiasannya, rumahnya juga pasti buagusss yahh
    pengen dech tar kl rumahku dah kelar di gini-in hiasan2nya..
    sayang… masing nabung buat beresin rmahnya dulu sblm hiasan hehehe

  2. terimakasih infonya, sangat membantu. Dirumah mama biasanya hanya masang korden. Kalau pake Blinds tampaknya lebih simple dan bersih

  3. Saya blm terbiasa menggunakan roller blinds. Di kos, semua jendela pakai itu. Bagaimana cara mengatasi roller blinds yang macet? Sewaktu saya ingin membuka jendela, roller blinds tidak mau kembali ke atas. Trims atas bantuannya :)

    Roller blinds yg dipakai, yg bagian ujungnya menggunakan kayu, tidak pakai tali kerekan.

  4. @ happy_katrie: lebih baik tanya ibu kosnya deh, karena saya kurang ngeh bentuk roller blinds-nya seperti apa. Setahu saya, semua roller blinds pakai kerekan. Yang pakai tongkat kayu di ujungnya biasanya adalah Venetian Blinds, yang memang lbh cepat rusak.

  5. Bagaimana sih melepas kain roman blind saat ingin dicuci? Saya lihat kayu strukturnya ada di dalam lipit kain yang dijahit. Terima kasih dan salam kenal, Anda rajin sekali.. seperti bertemu Martha Stewart versi Indonesia :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: